<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086</id><updated>2011-08-02T00:07:47.555+07:00</updated><title type='text'>LiveJournal</title><subtitle type='html'>what i see, what i hear, what i feel, what i think</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-5529979325831596278</id><published>2011-02-14T09:40:00.000+07:00</published><updated>2011-02-14T09:40:58.290+07:00</updated><title type='text'>Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang - suar.okezone.com</title><content type='html'>&lt;a href="http://suar.okezone.com/read/2011/02/11/58/423794/ahmadiyah-disayang-ahmadiyah-ditendang"&gt;Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang - suar.okezone.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-5529979325831596278?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://suar.okezone.com/read/2011/02/11/58/423794/ahmadiyah-disayang-ahmadiyah-ditendang' title='Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang - suar.okezone.com'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/5529979325831596278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=5529979325831596278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5529979325831596278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5529979325831596278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2011/02/ahmadiyah-disayang-ahmadiyah-ditendang.html' title='Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang - suar.okezone.com'/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-9011133497652960878</id><published>2008-09-04T23:42:00.008+07:00</published><updated>2008-09-05T00:13:16.077+07:00</updated><title type='text'>Untuk Muhammad Athaillah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/SMATgpKAeiI/AAAAAAAAAHY/h5vhHadhCXU/s1600-h/Reflections_by_larafairie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/SMATgpKAeiI/AAAAAAAAAHY/h5vhHadhCXU/s400/Reflections_by_larafairie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242211417783826978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Hidup memang tak selalu seperti yang kita inginkan. Hidup ini tak linear. Lurus terus seperti sebuah jalan yang ujungnya terlihat jelas. Tidak seperti itu. Hidup ini ternyata penuh dengan kelokan dan kejadian yang tak terduga. Hidup ini seperti sebuah acakan. Sebuah acakan yang indah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Full of surprise! Yang kadang membuat kita bercucuran air mata kebahagian. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Tetapi seringkali juga membuat kita bercucuran air mata kesedihan. Semuanya seperti berjalan dengan berimbang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Itu yang terjadi pada keluarga saya pada tanggal 29 Agustus 2008. Kami mendapatkan kabar bahwa calon jabang bayi yang telah berumur kurang lebih 32 minggu ternyata mengalami serangan virus. Ini membuat jabang bayi tak mampu bertahan hidup lebih dari dua jam saat nanti dikeluarkan dari rahim ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut hasil Rontgen Rumah sakit Al-Islam, organ-organ vital bayi saya tak tumbuh dengan sempurna. Mulai dari otak, jantung hingga paru-paru. Dia bisa bertahan hidup karena ada ibunya. Istri saya tentu kaget mendengar analisa ini. Akhirnya dia minta &lt;i style=""&gt;second opinion&lt;/i&gt; ke salah satu dokter di RS. Hermina, Bandung, yang sering dapat mengatasi kelainan pada bayi yang sedang dikandung. Pada hari itu juga kami berangkat ke Hermina. Setelah menunggu lama, akhirnya kami bertemu dr. Setyorini. Dia melakukan scan tiga dimensi yang sangat detil. Hasilnya? Ternyata sama dengan hasil yang dikeluarkan Rs. Al –Islam. Dia menyarankan agar segera melakukan operasi cesar. Karena yang percuma saja menunggu hingga 9 bulan. Hasilnya bayi tersebut tak akan bertahan lama. Dia khawatir dengan kondisi psikis istri saya yang pasti terganggu kalau bayi itu dibiarkan lahir hingga 9 bulan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Otak saya seperti blank. Istri saya menangis. Tapi saya harus tetap berfikir jernih. Saya memutuskan untuk datang ke dokter Bambang keesokan harinya. Dokter ini yang biasa melakukan cek terhadap istri saya. Baru kita dapat memutuskan apa yang harus dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya kami pulang. Rasanya kami tak tidur semalaman. Istri saya berulang kali bangun. Sambil mencucurkan air mata, dia bertanya” Apa dosa kita sehingga si jabang bayi kita menjadi seperti ini?”. Saya tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya berkata, ” Tenang mah, tenang..banyak berdoa aja. Selalu ada hikmat dibalik kejadian. Dan ingat kita tak sendirian mengalami hal seperti ini,” Lalu saya menyebutkan teman-teman saya yang mengalami kejadian yang lebih tragis. Mulai dari teman yang telah menunggu memiliki anak hingga 10 tahun, kemudian pada saat hamil malah keguguran pada usia kehamilan 3 bulan. Ada juga yang baru dilahirkan anaknya langsung meninggal dunia. Bahkan ada juga yang anaknya dilahirkan dalam kondisi hidup namun mengalami down syndrome. Luar biasa cobaan mereka. Padahal sepengetahuan saya, mereka adalah orang yang sangat baik dalam menjalani hidup. Sekali lagi, hidup tak selalu seperti yang kita harapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adzan subuh mulai mengumandang. Istri saya langsung sholat dan mengaji. Pada saat jam menunjukan di angka 7 kami bersiap ke dokter Bambang. Singkat ceriita kami telah berhadapan dengan Dokter Bambang. Awalnya wajah dokter tersebut terlihat berseri-seri melihat kedatangan kami. Tapi, berubah drastis saat saya memperlihatkan hasin rontgen dua dokter spesialis yang berbeda. Dia langsung melakukan pemeriksaan rontgen. Finally, dia memutuskan hal yang sama dengan kedua dokter sebelumnya. Istri saya harus segera operasi cesar untuk mengeluarkan sang jabang bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dokter Bambang cukup heran dengan kejadian ini. Biasanya kondisi ini mulai terlihat sejak umur si jabang bayi menginjak 4 atau 5 bulan. Dia kemdian memperlihatkan semua hasil USG bayi kita. Semua terlihat normal. Kecuali saat sang jabang bayi menginjak 7 bulan. Ada perubahan ekstrem di alat-alat vitalnya. Dokter aja heran apalagi kita masyarakat awam. Entahlah. Dipastikan penyebabnya adalah virus yang asalnya bisa dari udara atau makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena sudah ada pemeriksaan 3 dokter spesialis yang sama, akhirnya kami putuskan hari itu juga istri saya cesar. Sekitar jam 9.30 pagi pada hari Sabtu tanggal 30 agustus 2008 istri saya masuk ruang operasi. Sekitar satu jam kemudian anak lelaki saya dilahirkan. Katanya tak ada tangis yang keluar. Karena paru-paru tak berfungs dengan baik. Terus terang saya tak berani melihat si jabang bayi. Adik saya perempuan yang pertama kali masuk ke ruang bayi untuk melihat kondisinya. Sementara saya dipanggil oleh dokter anak untuk menjelaskan kondisi anak saya. Dia bilang harus merelakan anak saya untuk pergi. Dipastikan tak lama lagi anak saya akan kehilangan nyawa. Jantungnya berdenyut sangat lemah dari dari menit ke menit terus turun. Saya bilang ke dokter, sejak diberitahu kondisinya, kami sudah merelakan kepergian anak kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Satu jam kemudian anak saya berhenti bernafas. Tahukan apa yang membuat saya sangat tersiksa? Yaitu saat menunggu waktu satu jam tersebut. Rasanya saya seperti membiarkan anak saya meninggal secara perlahan-lahan. Seperti mengambil ikan dari air kemudian kita meletakan ikan tersebut di daratan. Sehingga dia mati secara perlahan. Kami ambil anak tersebut dari rahim ibunya dan kemudian membuatnya perlahan meninggal di dunia ini. Perasaan itu sungguh sangat menyiksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sekitar pukul 11.30, Muhammad Athaillah,demikian saya menamai anak saya yang memiliki arti Yang Dicintai Allah, meninggalkan dunia ini. Kembali kepada pencipta-NYA. Dia terlalu dicintai oleh sang Maha Pemberi kehidupan. Sehingga diambil sangat cepat. Tak perlu lagi mencicipi berbagai dosa dan kebejatan yang merajalela di dunia ini. Dia kembali dalam kondisi suci. May allah Bless us.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hari itu juga saya mempersiapkan kuburan baginya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:130%;"&gt;Sementara istri saya masih dalam kondisi pemulihan pasca operasi cesar. Anak saya disholatkan di Rumah kemudian dibawa ke makam setelah sholat Ashar. Dalam perjalanan ke makam, air mata saya mengalir deras. Saya berungkali mengucapkan kata-kata” Maafkan papah Atha, Maafkan Papah..Maafkan papah..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah semua selesai, saya kembali ke rumah sakit untuk menemani istri saya. Dia telah sadar. Saat pertama melihat saya, dia langsung bertanya, “ Anak kita mirip siapa pah?” Sambil tersenyum, saya berkata,” Menurut tantenya, dia mirip papah. Kulitnya putih dan hidunnya lebih mancung dibanding papah, “ Istri saya menanggapinya dengan menangis tersedu-sedu. May Allah bless us.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selama menemani istri di Rumah Sakit, pikiran saya selalu bergejolak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Bagaimana mungkin ini terjadi? Wong, selama 7 bulan kondisi si jabang bayi baik-baik aja. Bagaimana mungki ini terjadi? Wong, s&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;elama kehamilan istri saya sangat menjaga sang bayi. Tidak pernah ketinggalan melakukan cek rutin ke dokter. Vitamin terus dimakan, demikian juga dengan susu. Plus makanan sehat lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi sekali lagi. Tak semua berjalan seperti yang kita inginkan. Life is full of surprise! May Allah bless us. May Allah bless Atha. Amien...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-weight: bold; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;Notes:&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;Terima kasih untuk Bayu yang setia menemani saya mulai dari pemeriksaan di rumah sakit Hermina, penguburan anak saya hingga menemani saya menginap di rumah sakit. Juga Mas Eko beserta istri plus Hamzah dan Eldon yang jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menengok kondisi kami. Yuna yang telah menelpon saya berulangkali untuk menanyakan kondisi kami. Juga Arum, Kang Budi rahardjo yang menanyakan secara serius kondisi keluarga kami. Ada juga Edi yang telah lama tak melakukan komunikasi dengan saya, tiba-tiba menelpon saya untuk melakukan dukungan. Tak lupa Mbak Ventura yang juga langsung menelepon saya. Serta SMS ucapan belasungkawa yang tiada henti dari kawan-kawan Corporate Communication XL dan kawan-kawan wartawan milis telcomedia. Terima kasih teman.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Terima kasih semuanya. Terima Kasih. May Allah bless u..amien&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-9011133497652960878?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/9011133497652960878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=9011133497652960878' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/9011133497652960878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/9011133497652960878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2008/09/untuk-muhammad-athaillah.html' title='Untuk Muhammad Athaillah'/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/SMATgpKAeiI/AAAAAAAAAHY/h5vhHadhCXU/s72-c/Reflections_by_larafairie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-8065761183974166859</id><published>2007-10-20T06:15:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T06:44:23.400+07:00</updated><title type='text'>XL: OPERATOR NOMOR 1!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk-_S5ZZGI/AAAAAAAAAF4/JBO8guLuw50/s1600-h/xl-e220-blog.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk-_S5ZZGI/AAAAAAAAAF4/JBO8guLuw50/s200/xl-e220-blog.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123195308235908194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gimana liburannya rekans? Semoga semuanya berjalan menyenangkan. Saya sendiri menikmati liburan dengan berjalan-jalan ke berbagai tempat di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis dan Kuningan serta membaca beberapa buku Dan Brown (&lt;a href="http://www.%20danbrown.%20com/"&gt;http://www. danbrown. com/&lt;/a&gt;). Sebenarnya, tak ada yang terlalu seru. Ini kegiatan tahunan yang biasa kami lakukan.Paling-paling yang membuat seru ya kelakukan anak saya, Are, yang benar-benar gak bisa diam. Selalu membuat hal-hal yang tak terduga, menjengkelkan serta membuat tertawa. Mungkin, kelakuan Are, yang sebenarnya membuat suasana lebaran menjadi tak terlalu membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya, kembali ke laptop. Kemaren saya iseng-iseng bikin survey pribadi tentang : Operator mana yang paling banyak digunakan teman/sahabat/ keluarga untuk mengirinkan SMS ke nomor saya? Ternyata, setelah saya hitung. Dari 92 SMS ucapan selamat lebaran yang masuk ke ponsel saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39 SMS dari pengguna XL&lt;br /&gt;31 SMS dari pengguna Telkomsel&lt;br /&gt;20 SMS dari pengguna Indosat&lt;br /&gt;1 SMS dari pengguna Mobile-8&lt;br /&gt;1 SMS dari pengguna 3 (Wah, ada juga ternyata keluarga saya yg pakai operator ini:)))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dari hasil survey diatas, saya nyatakan ; operator yang paling banyak digunakan adalah XL. Mengalahkan Telkomsel, Indosat, Mobile-8 dan 3. Ini menurut versi pengalaman pribadi lo. Nah, bagaimana dengan temans? Apakah hasilnya sama dengan saya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-8065761183974166859?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/8065761183974166859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=8065761183974166859' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8065761183974166859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8065761183974166859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/10/xl-operator-nomor-1.html' title='XL: OPERATOR NOMOR 1!'/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk-_S5ZZGI/AAAAAAAAAF4/JBO8guLuw50/s72-c/xl-e220-blog.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-7325471565788948554</id><published>2007-10-20T06:04:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T06:14:12.833+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk5GS5ZZFI/AAAAAAAAAFw/f20moCq5RMI/s1600-h/Candle-light-Romance-Poster-C12055024.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk5GS5ZZFI/AAAAAAAAAFw/f20moCq5RMI/s320/Candle-light-Romance-Poster-C12055024.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123188831425225810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IN THE NAME OF ALLOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah mencaci maki kegelapan&lt;br /&gt;lebih baik kau nyalakan secercah cahaya&lt;br /&gt;bagi mereka yang kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebarkanlah iman dengan cinta&lt;br /&gt;gubahlah dunia dengan prestasi&lt;br /&gt;jadikan hidupmu penuh arti&lt;br /&gt;setelah itu bolehlah bersiap untuk mati&lt;br /&gt;kalau kelak datang hari perjumpaan&lt;br /&gt;basahkan bibirmu dengan ucapan kalimat thoyibah&lt;br /&gt;Laa ilaha illalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(in Memoriam - Dauzan Farouk-)&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-7325471565788948554?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/7325471565788948554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=7325471565788948554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7325471565788948554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7325471565788948554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/10/in-name-of-alloh-berhentilah-mencaci.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rxk5GS5ZZFI/AAAAAAAAAFw/f20moCq5RMI/s72-c/Candle-light-Romance-Poster-C12055024.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-8608895000382936242</id><published>2007-08-09T08:58:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T09:39:33.083+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rrp9vlDONLI/AAAAAAAAAFI/j0-qH3Ip_EA/s1600-h/983RadhaKrishnaembracing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rrp9vlDONLI/AAAAAAAAAFI/j0-qH3Ip_EA/s320/983RadhaKrishnaembracing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096524184676086962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menyukai artikel (tanya-jawab) yang di tulis oleh saudara Herry Mardian (&lt;a href="http://suluk.blogsome.com/"&gt;http://suluk.blogsome.com/&lt;/a&gt;) berjudul "Pernikahan: Mengasah Diri Melalui Pasangan". Makanya saya copy dan posting di blog ini. &lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="add"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;KUTIPAN dari sebuah diskusi via e-mail antara saya dan Ilham*… mail ’sumber persoalannya’ saya edit biar nggak terlalu panjang. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Oh ya, tulisan ini bukan curhatannya Ilham. Tapi tulisan ini kami terima via e-mail, dan kami jadi mendiskusikan pernikahan dan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman. Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik. Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua. Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;[Ilham] &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Dari tulisan di atas yang saya baca, saya jadi punya pertanyaan, Her: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Apakah ‘mencinta’? Mencintai cara kita mencintai, atau mencintai dirinya?&lt;/span&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;[Herry]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Ham, apakah ada sebuah kebahagiaan yang sempurna, bulat? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Seratus persen? Tidak ada. Setidaknya, tidak dalam kehidupan kita yang sekarang. Mengharapkan sebuah perkawinan yang bahagia, sempurna, total, bulat seratus persen bahagia,.. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;dream on. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Not in this life. If you do, then you sucks. Loser. Try to get sober. Wake up. Hang on, get a grip. Whatever.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Tapi perkawinan yang &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;–relatif–&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bahagia, bisa jadi ada. Walaupun jarang. Berapa lama kita bisa tampil sempurna di hadapan pasangan? Sesuai standar kesempurnaan yang dia harapkan? Nggak mungkin, karena standar kesempurnaan tiap orang pun terus berubah. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Honeymoon –will– be over no matter what. But at least, we hope that the biggest portion of our marriage is happines.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Itu &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;–relatif–&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, bukan sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Mencintai itu ‘memberi’. Tanpa mengharapkan apapun. Seperti matahari yang memberikan sinarnya, atau pohon yang memberikan buah dan manfaatnya tanpa mengharapkan balasan apa-apa hingga dia menjadi layu dan mati. Seperti laut yang terus memberikan mutiara biarpun bilyunan ton sampah dibuang kemukanya setiap hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api&lt;br /&gt;yang menjadikannya abu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan&lt;br /&gt;yang menjadikannya tiada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="add"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;(Sapardi Djoko Damono)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Itu level mencintai Ilahiyah. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Divine Love&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sejak manusia pertama hingga sekarang, hanya beberapa gelintir manusia yang mempu mencintai seperti itu. Bahkan seorang ibu pun mengharapkan balasan dari anak-anaknya, apakah itu berupa perhatian, bakti, kesopanan maupun tanda terima kasih. Bahkan istri-istri nabi pun cemburu, mengharapkan sesuatu yang ‘lebih’ dari suaminya untuk dirinya, dan membuat lelah dan murung Sang Rasul hingga harus turun wahyu untuk menghibur Beliau &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;saw.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Think: if you were accidentally burnt from head to toe, you become really ugly and disgusting, can’t work anymore, paralyzed… all money’s gone for medication.. will your spouse still love you –’as you are’– ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; Apakah kata-kata indah saling mencintai dan menyayangi masih bertaburan? Saya benar-benar berharap, semoga masih, demi Allah. Semoga. Jika demikian maka itu pasangan sejatimu, dan doakan semoga Allah membalasnya dengan cinta-Nya yang sejati, karena engkau telah sepenuhnya ridha pada pasanganmu. Jika demikian maka ia lebih layak untuk Dia daripada untukmu. Serahkan pada-Nya. Berikan kekasihmu untuk-Nya sebagai persembahan tertinggimu kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Tapi, kalau ternyata tidak, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;who will love you then&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Cinta sempurna, hanya bisa diraih dan didapatkan dari sosok yang Maha Sempurna. Itulah yang dicari para pejalan ruhani sejati: menginginkan dicintai dan mencintai secara sempurna, oleh dan untuk Yang Maha Sempurna Cintanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Lalu untuk apa menikah? Justru itu. Kalau menikah hanya untuk mengejar cinta (psikologis), ia akan habis suatu saat. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Apalagi kalo cuma mengejar ketampanan dan kecantikan, harta dan status. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Then you will spent the rest of your life, sharing your bed and giving your body to someone that you know he/she ‘just doesn’t have it anymore’. Deep in your heart, you will sigh every second. Helpless. Trapped in your life, breathing in something you don’t like, in every single moment for the rest of your life. You –lose–.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Cinta memang sebuah perasaan yang dahsyat, sering membuat lupa diri, dan sangat jarang orang yang tidak ‘mabuk’ dan mampu menguasai rasionalitasnya ketika dihantam cinta. Tentu saja, karena cinta adalah proyeksi terendah dari asma &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;‘Ar-Rahiim’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sesuatu milik Yang Maha Agung. Proyeksi terkecilnya saja, bahkan dalam level cinta fisikal dan mental, sudah sedemikian dahsyat efeknya kepada makhluk. Hidup jadi indah, inspirasi mengalir, dan karya-karya raksasa dan monumental akan lahir dari tangan kita karena proyeksi terkecil asma Ilahiyah itu. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;We become drunk, and try everything we can to not get sober. Not now. No way.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Apalagi ketika Allah percaya pada pengabdian kita, dan berkenan menugaskan malaikat untuk menyematkan asma ‘Ar-Rahim’-Nya, yang ‘asli’ dan bukan proyeksi, di dada jiwa kita. Kayak apa dahsyatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Nah, para pejalan ruhani (sufi yang beneran, bukan ngaku sufi atau baru baca beberapa buku sufi macam saya ini) menempatkan pernikahan sebagai kerangka untuk belajar, tangga untuk meraih cinta sejati ini. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;That Divine Love.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;To love and be loved, divinely. Perfectly.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Sejak awal, paradigmanya beda: baik si pria atau si wanita, sepenuhnya memahami dan mau menerima ketidaksempurnaan pasangannya. Di dalam hati akadnya justru itu: ‘pasangan saya akan ada buruknya, but &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;yet i’m marrying him/her&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;‘.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Ituah sebabnya, kata rasul, bumi dan langit, dan para penghuni langit berguncang, bergetar ketika ada pasangan manusia yang mengucap akad nikah, sumpah nikah mereka. Karena pada hakikatnya mereka berdua bersumpah di hadapan seluruh keagungan majelis Allah ta’ala untuk bersama-sama melangkah memasuki sebuah ‘keberserahdirian’: mereka tidak tahu akan mengalami apa di dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Proudly (or foolishly) stepping one’s foot into the realm of absolute unknown.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Sumpah ini adalah sumpah kedua terberat setelah sumpah eternal jiwa manusia di Qur’an [7]:172. Bumi dan langit tidak habis pikir dan ngeri: kok berani-beraninya ngambil SKS seberat itu, padahal nanti mereka akan dihakimi Allah ta’ala langsung. Kuliah pertama [7]:172 nya saja belum lulus. Padahal yang mengucapkan sumpah itu ketawa-ketiwi setelahnya, mendengarkan khutbah nikah orang KUA yang nyerempet-nyerempet jorok dan porno (sial, peristiwa sakral kok ngelawak jorok). Bumi sebenarnya udah mau geleng-geleng kepala, tapi teringat bahwa kalau ia geleng-geleng maka seluruh penghuni bumi kiamat dilanda gempa. Makanya semakin ada orang nikah, maka bumi semakin sabar, belajar menahan dirinya untuk tidak geleng-geleng kepala, hehe..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Kembali ke laptop.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Makanya, beragama lewat pernikahan itu lebih berat daripada selibat. Kata Rumi, “kalau engkau termasuk manusia pemberani, maka tempuhlah jalan Muhammad (yaitu menikah dan membersihkan diri lewat pasangan). Tapi kalau tidak, maka setidaknya tempuhlah jalan Isa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Justru tujuan pernikahan bagi mereka (para penempuh jalan spiritual sejati) masing-masing lelaki dan wanitanya adalah ‘menggunakan’ ketidaksempurnaan pasangannya itu untuk membersihkan jiwanya sendiri. Dia mengamplas hatinya lewat pasangannya, demi meraih Cinta Sempurna (C dan S nya kapital) untuk diri dan pasangan mereka, karena masing-masing diri mereka menyadari bahwa cinta mereka untuk pasangannya bukanlah cinta yang tertinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Socrates paham sepenuhnya hal ini. Ia, sebagai seorang pencari kebenaran hakiki (sufi sejati juga kali?) justru mencari wanita berperangai paling buruk di Athena untuk ia nikahi. Ia ingin mengasah kebijaksanaan dan kesabarannya lewat istrinya. Kata-kata beliau yang terkenal setelah menikah: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“By all means, get married! If you get a good spouse you’ll be happy. If you get a bad one, you’ll become a philosopher. You have nothing to lose.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Lucu sih. Tapi dalem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Ini dari kitabnya Rumi, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Fihi Ma Fihi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; diskursus #20, terjemahan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;monsiour&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Herr Mann Soetomo, tentang pernikahan sebagai jalan Muhammad:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Siang dan malam engkau senantiasa berperang, berupaya mengubah akhlak dari lawan-jenismu, untuk membersihkan ketidak-sucian mereka dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka. Lebih baik mensucikan dirimu-sendiri melalui mereka daripada mencoba mensucikan mereka melalui dirimu-sendiri. Ubahlah dirimu-sendiri melalui mereka. Temuilah mereka dan terimalah apa saja yang mereka katakan, walaupun dari sudut-pandangmu ucapan mereka itu terdengar aneh dan tidak-adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Pada hakikat dari persoalan ini lah, Muhammad S.A.W. berkata: “Tidak ada kerahiban dalam Islam.” Jalan para rahib adalah kesendirian, tinggal di pegunungan, lelaki hidup tanpa perempuan dan berpaling dari dunia. Allah menunjukkan jalan yang lurus dan tersembunyi kepada Sang Nabi. Jalan apakah itu? Pernikahan, agar kita dapat menanggung ujian kehidupan bersama dengan lawan-jenis, mendengarkan tuntutan-tuntutan mereka, agar mereka memperlakukan kita dengan keras, dan dengan cara demikian memperhalus akhlak kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Menanggung dan menahan penindasan dari pasanganmu itu bagaikan engkau menggosokkan ketidak-murnianmu kepada mereka. Akhlakmu menjadi baik melalui kesabaran; sementara akhlak mereka menjadi buruk melalui pendominasian dan agresi mereka. Jika engkau telah menyadari tentang ini, buatlah dirimu bersih. Ketahuilah bahwa mereka itu bagaikan pakaian; di dalamnya engkau dapat membersihkan ketidak-murnianmu dan engkau sendiri menjadi bersih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Singkirkan dari dirimu kebanggaan, iri dan dengki, sampai engkau alami kesenangan dalam perjuangan dan penderitaanmu. Melalui tuntutan-tuntutan mereka, temukanlah kegembiraan ruhaniah. Setelah itu, engkau akan tahan terhadap penderitaan semacam itu, dan engkau tidak akan berlalu dari penindasan, karena engkau melihat keuntungan yang mereka berikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Diriwayatkan bahwa suatu malam Nabi Muhammad S.A.W. dan para sahabatnya kembali dari suatu ekspedisi. Belian menyuruh mereka memukul genderang, seraya berkata: “Kita akan berkemah di gerbang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan memasukinya esok-hari.” Mereka bertanya: “Wahai Rasul Allah, mengapa kita tidak langsung saja kembali ke rumah masing-masing?” Beliau S.A.W. menjawab: “Bisa jadi engkau akan menemui istrimu di ranjang bersama lelaki lain. Engkau akan terluka, dan kegaduhan akan timbul.” Salah seorang sahabat tidak mendengar ini, dia masuk ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan mendapati istrinya bersama dengan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Jalan dari Sang Nabi adalah seperti ini: Menanggung kesedihan itu perlu untuk membantu kita membuang egoisme, kecemburuan dan kebanggaan. Menahan sakit dari keinginan-keinginan berlebihan dari pasangan kita, sakitnya beban ketidak-adilan, dan ratusan ribu macam sakit lainnya yang tidak terbatas, agar jalan ruhaniah dapat menjadi jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Jalan dari Nabi Isa a.s. adalah bergulat dengan kesepian dan tidak meladeni syahwat. Jalan Muhammad S.A.W. adalah dengan menanggung penindasan dan kesakitan yang ditimbulkan oleh lelaki dan perempuan satu sama lain. Jika engkau tidak dapat menempuh jalan Muhammad, setidaknya tempuhlah jalan Isa, sehingga dengan demikian engkau tidak sepenuhnya berada di luar jalan ruhaniah. Jika engkau mempunyai ketenangan untuk menanggungkan seratus hantaman, dengan memandang buah dan panen yang lahir melalui mereka, atau jika engkau diam-diam meyakini di dalam kalbumu, “Walaupun saat ini aku tidak melihat hasil-panen dari penderitaan ini, pada akhirnya aku akan meraih harta-karun,” bahwa engkau akan meraih harta-karun, itu benar adanya; dan yang jauh lebih berlimpah dibandingkan dengan yang pernah engkau inginkan dan harapankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Jadi, justru di jalan Muhammad orang yang mau menikah seharusnya sepenuhnya menyadari bahwa sifat-sifat pasangan yang ‘buruk’ itu akan menempa kita, demi menjadi bijak, bersih, matang, dan suci, untuk meraih cinta tertinggi bagi masing-masing pasangan. Ini bahagia atau tidak bahagia? Tergantung cara memandang ‘kebahagiaan’. Bahagia kelas permen atau bahagia kelas langit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Di sisi lain, Rasul melarang menikah tanpa cinta, sekalipun itu paksaan orangtua sendiri. Cinta adalah landasannya pernikahan. Tapi para pejalan ini tahu, bahwa hanya ada dua kemungkinan arah cinta di awal pernikahan itu: cinta itu akan mati saja, atau cinta itu akan mati dan tertransformasi menjadi cinta yang lebih tinggi, dalam tiap tahapan pernikahan. Itu artinya menanggung tempaan secara teratur, selang seling senang dan martil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Sekarang, kalau saya ditanya, memang mau menempuh pernikahan seperti itu? Berani? Sejujurnya, rasanya nggak lah. Ke’sufi’an (dalam tanda kutip) yang saya punya paling juga masih sebatas wacana. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;No way. Not way&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;. Saya juga tentu mengharapkan kebahagiaan dalam pernikahan saya. Tapi pada saat yang sama, juga mengharapkan adanya transformasi. Agaknya kalau mau enak semuanya itu jawaban hawa nafsu saya saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Kalau merenungi landasan pernikahan kami lumayan membuat saya ‘berkeringat dingin’. Bukan mikirin malam pertama, tapi mikir landasan pernikahan kami. Udah benar belum ya, landasannya, niatnya, paradigmanya, harapannya? Kalo salah gimana? Apa yang terjadi nanti? Apakah langgeng, berantem, bercerai? Kaya, melarat? Nggak tau. Mutlak nggak tau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Saya hanya berharap semoga Allah tidak pernah meninggalkan kami, dan mencukupi kebutuhan kami lahir dan batin, jasad dan jiwa. Semoga dari ketidaktahuan itu akan lahir sebuah Keberserahdirian yang mendatangkan rahmat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Islam, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;aslama,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berserah diri. Makanya kata Rasul, menikah adalah setengah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;diin,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;diinul-Islam,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; jalan keberserahdirian. Sebuah kebergantungan hati yang mutlak kepada Allah ta’ala, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;no matter how good we are. That sense is so hard to accomplish.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Semoga Allah menguatkan kami dalam penempaannya. Semoga Allah berkenan hadir mengunjungi kami dalam kebahagiaan-kebahagiaannya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ya Rabb, please be gentle with me. This is my first. Actually, You are my first. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt=";)" style="'width:11.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yogi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;Salaam,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;–HerryMardian–&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Sumber: &lt;a href="http://suluk.blogsome.com/2007/06/19/pernikahan-mengasah-diri-melalui-pasangan/"&gt;http://suluk.blogsome.com/2007/06/19/pernikahan-mengasah-diri-melalui-pasangan/&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-8608895000382936242?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/8608895000382936242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=8608895000382936242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8608895000382936242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8608895000382936242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/08/pernikahan-mengasah-diri-melalui.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rrp9vlDONLI/AAAAAAAAAFI/j0-qH3Ip_EA/s72-c/983RadhaKrishnaembracing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-6059777516062570941</id><published>2007-06-20T10:30:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T10:44:19.307+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RniiFIAtHzI/AAAAAAAAAEs/3QDxkibedBQ/s1600-h/orator1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RniiFIAtHzI/AAAAAAAAAEs/3QDxkibedBQ/s320/orator1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077986788793720626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Lama sekali tak bicara di depan umum. Terakhir gwa lakukan waktu di Makasar. Waktu acara Commit 2007 di Mal Karebosi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itupun tak terlalu serius.Gwa pura-pura djadi perwakilan dari Majalah HP. Hehehehe.Karena orang redaksi HP gak ada yang hadir. Dan Mobile Magazine udah di wakili ama Mas Eko. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kita hanya bicara seputar ponsel bersama-sama kawan-kawan dari T&amp;amp;t dan Telset. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, minggu lau kita dapat proyek pelatihan Jurnalistik di Indofarma. Ketua panitianya Cak Furqon. Dialah yang membagi-bagi materi yang akan kita presentasikan. Mas Eko kebagian Manajemen Media, Cak Furqon tentang teknik peliputan, gwa kebagian teknik penulisan berita dan feature. Sedangkan Oky bicara tentang teknik Fotografi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Acaranya diselenggarakan di wisma Kimia Farma di Bandung tanggal 16 Juni 2007. Kalau gwa sih kebetulan banget. Sekalian balik ke rumah di Bandung. Gratis dan dibayar lagi. Hahahaha.Lumayan lah untuk beli susu anak.Yang kacau adalah waktu mempersiapkan materi yang akan dibicarakan. Gwa dan teman-teman yang lain baru mempersiapakan 1-2 hari menjelang acara. Pertamanya agak kelabakan di bahan materinya. Cak Furqon harus mengaduk-ngaduk lemari bukunya, Oky harus datang ke perpustakaan almamaternya, nah gwa sendiri nyari buku gwa yang dulu plus bahan dari internet. Yang paling santai, sepertinya, mas eko. Maklum beliau sudah biasa presentasi di mana-mana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya saatnya kita beraksi jadi pembicara. Gaya banget ya gwa. Kesempatan pertama dan kedua dilakukan oleh Mas Eko dan Cak Furqon. Pas, mereka presentasi gwa jalan-jalan amas Mas Dwi dan Oky ke Cihampelas Walk. Sekalian foto-foto untuk bahan rubrik Snapshot di Mobile Magz. Lumayan seger juga jalan-jalan disana. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;Kemudian saat makan siang kita balik ke penginapan di wisma pos jalan Cihampelas. Mempersiapkan diri untuk presentasi. Jam 14.00 kita meluncur ke tempat pelatihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jreng..jreng..gwa dipersilahkan untuk bicara oleh panitia. Hah..awalnya agak mules juga. Tapi dengan mengucapkan Bismillah, presentasi gwa lancar juga. Bak, sudah biasa menjadi pembicara, gwa ngomong ngalor-ngidul. Lagipula kalau salah-salah sedikit mereka juga gak tau. Hehehehe..Ada sekitar 15 orang perwakilan Indofarma dari berbagai divisi yang hadir saat itu. Pas terjadi tanya jawab, dengan pertanyaan yang kadang-kadang tak terduga. Alhamdullilah..Puji Tuhan..Halleluyah.. gwa bisa jawab juga. Nyantai lagi jawabnya. Pokoknya pede abis deh. Waktu presentasi dan tanya jawab selama 1.5 jam menjadi tak terasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gwa sih Cuma mikir. Momen-momen presentasi seperti ini bisa melatih kecepatan kita berfikir. Kecepatan menjawab pertanyaan. Dan dapat terus mengasah pengetahuan kita. Selain untuk terus sharing tentang ilmu yang kita miliki. Dan tentu tak lupa honornya. Hahahahaha. Sekali lagi lumayan, untuk nambah-nambah beli Susu anak. Huhehehehehhe..Ayo Mas Dwi dan Cak furqon cari proyek pelatihan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;PS: Sori gak ada foto pas gwa bicara. Oky gak berinisiatif moto gwa. Hiks. jadi sedih. sebagai kaum narsis gwa kehilangan momen penting..huahahahhaa.&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-6059777516062570941?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/6059777516062570941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=6059777516062570941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6059777516062570941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6059777516062570941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/06/lama-sekali-tak-bicara-di-depan-umum.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RniiFIAtHzI/AAAAAAAAAEs/3QDxkibedBQ/s72-c/orator1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-9090844537553517027</id><published>2007-06-07T12:34:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T13:14:58.586+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RmeaioAtHyI/AAAAAAAAAEk/TzaHburReZw/s1600-h/Page_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RmeaioAtHyI/AAAAAAAAAEk/TzaHburReZw/s400/Page_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5073193424902758178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari Minggu kemaren, Are, teh Icha, aa Reza, aa Ozan dan aa Kiki maen ke tempat bermain Paku Haji. Pernah denger gak nama tempat itu? Gwa juga baru dua kali ke Paku Haji. Letaknya di daerah Padalarang. Lokasinya cukup menantang. Ada didaerah perbukitan. Jalannya menanjak dan kecil. Disarankan untuk tidak memakai Mobil sedan. Karena cukup merepotkan. Tapi, susananya cukup menyenangkan. Ada banyak tempat bermain untuk anak-anak. Mulai dari pacuan kuda (kudanya besar-besar dan keren), flying fox, motor lapangan, arena bermain anak. Pokoke asik dehhhh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-9090844537553517027?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/9090844537553517027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=9090844537553517027' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/9090844537553517027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/9090844537553517027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/06/hari-minggu-kemaren-are-teh-icha-aa.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RmeaioAtHyI/AAAAAAAAAEk/TzaHburReZw/s72-c/Page_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-5368492877202884283</id><published>2007-05-22T08:37:00.000+07:00</published><updated>2007-05-22T20:53:43.642+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RlJOZWehTUI/AAAAAAAAAEM/_1unaVgJ9wU/s1600-h/ai6melinda4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RlJOZWehTUI/AAAAAAAAAEM/_1unaVgJ9wU/s320/ai6melinda4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067198728182517058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Upset with American Idol 2007.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Baru kali ini gwa terkesima dengan penampilan peserta American Idol.Gwa terkesima dengan suara Melinda doolittle. Saat mendengarkan suaranya di TV saja, gwa bisa merinding mendengar dahsyatnya dia bernyanyi. Bahkan Simon cowell, juri paling kritis, selalu memuji performance Melinda selama 14 minggu berturut. Perkiraan gwa, dia yang bakal jadi the next American Idol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi hari minggu malam kemaren saya kecewa banget. Saat nonton di stasiun Global TV, Si Melinda ternyata di depak dari babak penyisihan dua besar. Gokilllll! Ono opo iki. Apakah industri tak dapat menerima "si buruk rupa bersuara emas" ini? Apakah hanya karena wajah yang tidak entertaining, membuat Melinda di depak? Shit! Susah memang kl kita berbicara pure industri musik. Teman saya, yang pernah bergerak di manajemen artis, pernah bilang; Industri musik membutuhkan wajah yang oke dan suara yang bagus. Sepertinya itu sudah mutlak. Bahkan di beberapa case, seoarang penyanyi yang memiliki suara sangat standar tetapi memiliki penampilan yang wah lebih di terima di industri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemudian saya coba cari tahu gimana rekasi publik di Amerika. Ternyata reaksi kebanyakan dari mereka sama dengan saya. It's shocking!coba aja ketik: melinda doolittle di news google. Satu situs yang saya peroleh: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.realitytvmagazine.com/blog/2007/05/are_older_ameri.html"&gt;ttp://www.realitytvmagazine.com/blog/2007/05/are_older_ameri.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan saat simon-pun berpendapat yang sama. Maklum Melinda, katanya, jagoan doi. Tapi dia bilang; ya beginilah kl hasil kompetisi di serahkan pada hasill pooling SMS. demikian menurut simon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ahh..pokoknya saya kecewa deh. Final sesungguhnya dari American Idol 2007 telah usai saat Melinda di eliminasi :(&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-5368492877202884283?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/5368492877202884283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=5368492877202884283' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5368492877202884283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5368492877202884283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/05/upset-with-american-idol-2007.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RlJOZWehTUI/AAAAAAAAAEM/_1unaVgJ9wU/s72-c/ai6melinda4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-7536347046808110476</id><published>2007-05-08T09:31:00.000+07:00</published><updated>2007-05-11T10:25:23.037+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rj_2CVxh3iI/AAAAAAAAAEE/ZE-tOZi1vz8/s1600-h/fish_food_by_sonnijayne.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rj_2CVxh3iI/AAAAAAAAAEE/ZE-tOZi1vz8/s320/fish_food_by_sonnijayne.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062035026252783138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisata Kuliner di Makasar&lt;/span&gt;.Tujuh hari di Makasar.Tujuh hari, sama sekali, tidak membuka internet. Tujuh hari tidak memikirkan pekerjaan di Jakarta. Tujuh hari menikmati waktu layaknya orang banyak duit. Tidur di hotel berbintang, jalan-jalan, bilyard, karaoke, creambath, refleksi, makan, tidur, nonton TV.Tujuh hari melakukan wisata kuliner. Hampir semua restoran terkenal di Makasar didatangi. Tujuh hari belajar mengenal orang Makasar. Tujuh hari menemukan beragam orang yang sangat menarik. Tujuh hari semakin mengenal Hanson Basri dan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ah, pengalaman tujuh hari luar biasa yang belum ada tandingi. Menikmati beragam rasa ikan laut yang rasanya lezat sekali. Dengan olahan bumbu pedasnya yang membuat kita keluar air mata dan keringat. Sampai-sampai seperti merasa "orgasme" setelah selesai menyantapnya.  Yang paling berkesan saat makan kepala kakap merah di Mapanyuki, makan bersama keluarga Hanson dan orang Gramedia (nama tempatnya saya lupa) serta saat makan di restoran Ratu Sedap di jalan Nusantara. Oh, God, I Really Love Makasar Food!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, Makasar cocok untuk dijadikan wisata kuliner. Tempat hiburan lainnya tidak terlalu amazing.Tapi, saya sangat sangat menyukai saat santai di arena bilyard dan karaoke. Pertemanan yang dibangun membuat suasana menjadi sangat menyenangkan. Bareng ama Eko, Walid, Isman,Julia, Hanson and family, Bram. It's a great time Bro and Sis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I really thanks to Mas Eko dan Hanson yang telah mengajak ke sana. Especially to Hanson and family. You're really a great person and also have a great family. Hope God bless u.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS:&lt;br /&gt;Sebagian foto kegiatan di Makasar dapat dilihat di:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/yogismobile/"&gt;http://www.flickr.com/photos/yogismobile/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-7536347046808110476?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/7536347046808110476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=7536347046808110476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7536347046808110476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7536347046808110476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/05/wisata-kuliner-di-makasar.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rj_2CVxh3iI/AAAAAAAAAEE/ZE-tOZi1vz8/s72-c/fish_food_by_sonnijayne.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-5086967498468028089</id><published>2007-04-27T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-04-27T19:58:14.131+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RjHxtVxh3hI/AAAAAAAAAD8/qxZypiVuum8/s1600-h/ian-mcm-shout-0a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RjHxtVxh3hI/AAAAAAAAAD8/qxZypiVuum8/s320/ian-mcm-shout-0a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058089617755069970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Games Developer Bersatulah!&lt;/span&gt; Saat itu hari Minggu. Cuaca agak mendung. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:verdana;"&gt;Membuat malas orang di Jakarta untuk keluar rumah. Lebih baik &lt;i style=""&gt;ngendon&lt;/i&gt; di rumah. Kita bisa nonton TV, baca buku , makan atau bermain games. Tapi itu tidak terjadi terhadap sekelompok anak muda ini. Mereka justru meninggalkan rumah mereka dan berkumpul di Club Rasuna - Ruang Achmad Bakrie Hall. Anak-anak muda yang berbakat ini tak hanya berasal dari Jakarta tetapi juga dari Bandung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka datang dan berkumpul untuk saling sharing dan berbicara serius tentang bagaimana membangun industri games di Indonesia. Mereka adalah para Game Developer Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kisah Awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ya, mereka adalah game developer. Itu artinya pekerjaan anak-anak muda ini adalah membuat game. Sebuah pekerjaan yang baru bisa dilakukan oleh segelintir orang saja. Sebelumnya kami saja tak akan menyangka jika ternyata membuat game merupakan pekerjaan yang langka dan dapat menghasilkan banyak uang. Bila saja beberapa bulan lalu tidak bertemu dengan Kukuh T. Wicaksono. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu game developer yang tergabung dalam Max Studio (&lt;a href="http://www.max-studio.net/"&gt;http://www.max-studio.net&lt;/a&gt;). Dari Dia kami tahu bahwa banyak anak muda yang sudah berkecimpung disini. Mereka banyak menghasilkan karya-karya yang dipakai oleh pembuat mesin game dunia. Seperti Microsoft X-Box, Nintedo atau Sony Playstation. Artinya , mereka telah menjadi outsoucer dari publisher games dunia. Belum lagi peluang membuat games di industri telekomunikasi. Baik untuk di beli oleh operatornya maupun vendor ponsel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari obrolan itu juga kami mengetahui kendala yang dihadapi oleh para game developer ini. Mulai dari tidak adanya dukungan dari pemerintah dan industri secara keseluruhan, masalah permodalan hingga pemasaran produk. Itu kendala-kendala yang mereka hadapi dan harus dipecahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, Kukuh dan kawan-kawan tak dapat melakukan sendiri. Mereka harus mengajak para game developer atau mereka yang terlibat di industri ini untuk mengatasi kendala tersebut dan membangun industri ini. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat Game Developer Gathering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Awalnya mereka tak terlalu berharap banyak akan ada yang datang. Ya, cukup 20 orang saja. Tapi paling tidak ada orang yang memulai gerakan ini. Mereka hanya mengumumkan lewat website, milis dan &lt;i style=""&gt;sounding&lt;/i&gt; dari mulut ke mulut. Biaya akan mereka tanggung sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun dalam perjalannya,ide mulia mereka mendapat respon yang luar biasa dari teman-teman di industri ini. Peminatnya membludak. Dari target 20 orang, ternyata yang daftar lebih dari 125 orang. Sampai-sampai puluhan orang harus &lt;i style=""&gt;waiting list&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”Sebab kapasitas ruangan yang kami sewa hanya 100 orang,” tutur Kukuh saat chatting dengan kami. Masalah pembiayaan-pun selesai. Maklum, Microsoft ternyata mau menanggung seluruh biaya tempat dan makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gathering &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Di acara tersebut tampak yang datang beberapa game developer terkemuka. Ada IDGame Studios, Menaragames , Jatis, Altermyth Studios/Mythic Perspective,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Matahari Studios , BajingLoncat, iplayallday, E-Funsoft, Inova, Perwanal Number Ten, Rekamatra,, alphax::software dan goldenstudios. Tak lupa perwakilan dari Microsoft, AdIns (PT. Adicipta Inovasi Teknologi), penggemar games, Universitas Bina Nusantara serta beberapa teman dari media massa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di acara itu, peserta gathering saling sharing pengalaman dan tak lupa mendemokan beberapa games buatan mereka. Microsoft berusaha mendorong peserta untuk terus melakukan berbagai kreativitas dalam setiap games yang dibuat. Microsoft juga , lewat Risman Adnan , ISV Lead Microsoft Indonesia, secara tegas menyatakan akan membantu untuk mempublikasikan games buatan Indonesia ke dunia internasional. Guntur Gozali dari AdIns (PT. Adicipta Inovasi Teknologi) mencoba menggambarkan industri Games di dunia dan Indonesia. Setelah itu ada Menara Games yang sharing tentang Tips membuat casual Games dan bagaimana menjualnya ke pasaran internasional. Sementara itu Catharina Dian (Ellen) dari Matahari Studio mencoba menjelaskan bagaimana caranya menjadi outsourcer dari game publisher terkemuka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari diskusi, sharing dan demo itu mencuat betapa Industri ini memiliki prospek yang luar biasa. Sebagai contoh Menara Games yang hanya dijalankan oleh dua orang saja. Mereka menyatakan bahwa setiap games ringan (casual games) milik mereka yang di download di internet dihargai sekitar USD20. Padahal setiap harinya ada sekitar 100 orang pendownload. Berarti pendapatannya sekitar 18 juta rupiah per hari (dengan kurs USD 1 adalah Rp.9000). Jika di bagi 50-50 dengan game publishernya, maka pendapat Menara Games mencapai 9 juta rupiah perhari. Itu dari satu games saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sayangnya, pemerintah belum menanggapi industri secara serius. Tak ada dukungan, baik dana maupun infrastruktur, hingga dapat mendorong game developer kita untuk semakin go internasional. ” Mungkin visi pemerintah belum sampai ke arah situ. Mereka tak dapat melihat peluang besar dari industi IT khususnya produk games, ” papar Kukuh. Sehingga kemudian timbul anekdot di teman-teman. India memiliki visi untuk menjadi penghasil software, China memiliki visi sebagai produsen hardware. Sedangkan Indonesia visinya nowhere.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Next Step&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Langkah selanjutnya setelah pertemuan tersebut, kawan-kawan games developer bertekad untuk sama-sama berjuang untuk membangun industri ini. Rencananya, mereka akan membuat komunitas game developer baik secara offline maupun online. Secara offline akan ada pertemuan rutin. Dan dalam waktu dekat meraka akan mendirikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IGDA (International Games developer Association) untuk perwakilan di Indonesia. Sedangkan di online, mereka akan membuat blog aggregratos dalam bahasa Inggris. Ini akan memudahkan untuk mendapatkan proyek outsourcing dari luar negeri. Blog tersebut akan menjadi milik komunitas dan Microsoft telah bersedia menyediakan server tersendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Microsoft benar-benar serius membantu anak-anak muda berbakat ini. Bagaimana dengan pelaku industri lainnya? Kita harap operator dan vendor lainnya mau membuka mata dan hati untuk turut serta membangun industri ini. Dan bagaimana dengan pemerintah?&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt; Ah, ke laut aja deh&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: -9pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-5086967498468028089?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/5086967498468028089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=5086967498468028089' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5086967498468028089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5086967498468028089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/04/games-developer-bersatulah.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RjHxtVxh3hI/AAAAAAAAAD8/qxZypiVuum8/s72-c/ian-mcm-shout-0a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-8393091045537467140</id><published>2007-04-09T20:12:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:44:54.155+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm1.static.flickr.com/254/452291935_084868c84a_b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm1.static.flickr.com/254/452291935_084868c84a_b.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Notes For Jumpa. Setelah bertahun-tahun tidak mengikuti Ulang Tahun Pers Mahasiswa Universitas Pasundan, JUMPA, akhirnya di tahun 2007 ini saya dapat menghadirinya. Akhirnya. Sampai-sampai Laban, adik kelas gwa yang kerja di Kantor berita 68H, berkomentar. "Huibat juga Yogi dan Ikeu (istri saya yang kebetulan alumni Jumpa juga) bisa hadir disini. setelah empat tahun berturu-turt tak bisa datang ke acara ini,". Wuih, hebat juga si Laban masih hapal berapa kali saya tidak hadir di acara tahunan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengingat kondisi tersebut, ketidak acuhan saya terhadap kondisi Jumpa beberapa tahun belakangan, maka saat itu saya tidak berani banyak berkomentar tentang kondisi Jumpa kekinian. Saya tidak enak terhadap kawan yang masih aktif dan alumni yang selama ini concern terhadap kondisi Jumpa. Nanti dianggapnya sok. Hehehehe..tapi saya gatel juga untuk berkomentar terhadap apa yang saya lihat saat Ultah Jumpa yang baru lalu maupun pandangan sekilas tentang kondisi Jumpa saat ini. Ada beberapa catatan yang saya anggap penting. Ini dapat dianggap sebagai masukan atau ocehan semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Untuk acara Ultah Jumpa yang kemaren kok rasanya datar ya? Konsep acara sepertinya asal-asalan. Teman-teman tidak bisa membedakan kapan saat serius dan kapan saat bercanda. Pas renungan kok malah sibuk sendiri-sendiri. Bingung aku. Dan saya merasa, kawan-kawan panitia sangat ewuh pakewuh terhadap alumni. Kesannya terlihat takut gitu lo. Sehingga acara tidak bisa dikendalikan oleh kawan-kawan panitia. Moga-moga ini hanya kesan saya pribadi saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya merasakan spirit yang berbeda saat saya dulu aktif di Jumpa atau saat saya masih kuliah dengan kondisi rekan-rekan Jumpa saat ini. Saya lihat rekan-rekan sekarang tidak menunjukan sikap yang spontan, berani serta kreatif. Semuanya tampak canggung dan tidak pede. Terlalu banyak ewuh pakewuh. Apa karena ada saya? hahahha..semoga tidak. Dulu, anak-anak Jumpa itu terkenal dengan spontanitas dan keberaniannya. Itu tampak sekali dari generasi awal seperti Mulyadi, Wiwit dan Eka) diikuti generasi selanjutnya. Seperti Dian wirama, Onil, elisna, eneng dan ikeu. Diikuti oleh Laban dan kawan-kawan. Itu generasi Jumpa yang saya tahu dan ikuti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Jumpa sama sekali tidak berubah. Saya sama sekali tak melihat perubahan dari tabloid Jumpa. Saya melihat Tabloid Jumpa saat ini seperti saat melihat Jumpa pertama kali dibuat. Tidak ada perubahan sama sekali dari penyajian content maupun lay out. Oh God! Terus terang saya paling tidak suka "kemapanan'. Saya paling tidak suka dengan  "kemandegan".  Ayo dong! Bikin Jumpa yang lebih menarik. Baik dari sisi penyajian content maupun layout-nya. Bikin sesuai dengan semangat jaman. Lebih cheerful, lebih atraktif, lebih dalam dan lebih meaningful. Bagaimana itu bisa terjadi? Ya, kalian harus menganggap aktivitas di Jumpa sebagai hobi. Sebagai tempat belajar. Belajar lagi tentang membuat media. Bagaimana membuat media menjadi sesuatu yang menarik dan enak dibaca. Kalau perlu belajar bagaimana cara menjual media sehingga dapat menghasilkan pemasukan untuk kas Jumpa. Sehingga Jumpa lebih mandiri secara keuangan. Ayolah!semangat! Kalian masih muda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Kawan-kawan Jumpa sepertinya tidak bisa menangkap kemajuan Jaman. Kenapa kawan-kawan Jumpa masih belum menggunakan internet secara maksimal? Kalian ini dapat dianggap sebagai e-generation. Generasi Internet. Kenapa tidak memaksimalkan website?Kenapa tidak bikin blog?Kenapa tidak bikin milis? Ayolah, internet adalah sumber pengetahuan, sumber inspirasi dan juga sumber uang. Garap website Jumpa secara serius. Bikin website yang interaktif sehingga setiap orang mengenal Jumpa. Promosikan Jumpa lewat internet.  Sori kalau saya cerewet tentang masalah internet. Karena dimasa depan semuanya akan berbasis internet. Percayalah! Ayo belajar tentang membuat website dan blog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itu saja beberapa ocehan saya tentang Jumpa. Kalau emang dianggap serius, yuk kita diskusikan lagi lewat milis. ayo Hanum dan kawan! Kapan bikin milis Jumpa? Nanti disana kita bisa saling sharing. Tapi, kalau ini dianggap ocehan alumni yang sok tahu, ya gak apa-apa. Anggap saja tulisan ini sebagai angin lalu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May God bless us.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-8393091045537467140?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/8393091045537467140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=8393091045537467140' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8393091045537467140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8393091045537467140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/04/notes-for-jumpa.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm1.static.flickr.com/254/452291935_084868c84a_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-2671015021881726239</id><published>2007-04-05T21:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-10T08:47:00.313+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rhorr_SH7xI/AAAAAAAAADk/Kjtq3_91MMc/s1600-h/Your_God_by_My_Nightmare.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rhorr_SH7xI/AAAAAAAAADk/Kjtq3_91MMc/s320/Your_God_by_My_Nightmare.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051397966771253010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Supporting environment. Apa yang menjadi kunci sukses sebuah perusahaan? Ternyata jawabannya adalah kondisi lingkungan yang kondusif sehingga setiap individu dapat memaksimalkan potensi diri. Bagaimana sebuah lingkungan perusahaan dapat kondusif? Ya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, harus ada sistem dimana setiap individu dapat diperlakukan secara adil. Artinya, siapa yang bekerja keras maka akan mendapatkan lebih dan sebaliknya. Ini berlaku baik bagi atasan maupun karyawan biasa. Bisa saja karyawan biasa mendapatkan hal lebih jika dia bekerja lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pemimpin atau pemilik perusahaan memperlakukan para pekerjanya sebagai partner kerja. Jadi bukan seperti hubungan antara bos dengan anak buah atau tuan dan majikan. Jadi, disini ada kesadaran bahwa tidak ada orang yang lebih penting dibandingkan lainnya. Semua orang penting sesuai dengan job desciptionnya. Hubungan partner kerja ini akan membuat setiap orang di perusahaan menjadi saling bergantung satu sama lainnya. Keberhasilan satu orang menjadi keberhasilan semuanya. Dan kegagalan satu orang akan mempengaruhi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lingkungan kondusif ini akan memunculkan pekerja-pekerja yang memiliki mental pengusaha. Artinya, mental yang pantang menyerah, penuh percaya diri serta kreatif. Mereka percaya bila makin bekerja keras maka kehidupan mereka akan lebih baik. Mereka percaya bila perusahaan yang mereka tempati ini sukses maka mereka juga akan menikmati hasilnya. Maka tanpa harus dimarahin atau dibentak-bentak oleh pemimpin, para pekerja ini akan terus memberi pemasukan pada perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan sedang ngecap atau berteori. Ini semua adalah ide dasar dari perusahaan yang sedang dibangun oleh Mas Eko dan Mas Dwi. Bos, guru dan teman saya. Pada prakteknya memang tak semulus yang dibayangkan. Namun, terlepas masih ada yang bolong disana-sini, kondisi perusahaan tempat saya bekerja, sedikit demi sedikit, sangat membantu proses pengembangan diri. Tak hanya secara kejiwaan tetapi juga materi. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehhehehe..gwa sok serius banget ya. Ya, ini hanya sharing pengalaman aja. Mudahan-mudahan bermanfaat:). May God bless us!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-2671015021881726239?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/2671015021881726239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=2671015021881726239' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2671015021881726239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2671015021881726239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/04/supporting-environment.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rhorr_SH7xI/AAAAAAAAADk/Kjtq3_91MMc/s72-c/Your_God_by_My_Nightmare.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-1694091956926166018</id><published>2007-03-23T07:48:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:50:47.877+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RgMt27AwvFI/AAAAAAAAADY/E_AF7fL_2wg/s1600-h/Dance_Party_by_musicalluna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RgMt27AwvFI/AAAAAAAAADY/E_AF7fL_2wg/s320/Dance_Party_by_musicalluna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044926429162159186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Events Organizer. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik setelah kita berhasil menjadi EO acara peluncuran Haier Mobile di Hotel Alila, Pecenongan tanggal 21 Maret lalu. Pertama, menjadi EO itu tak hanya capek lahir saja tetapi juga batin. Terutama saat menghadapi klien yang dananya mepet, banyak maunya dan sok tahu. Disitu diuji kedewasaan kita dalam bersikap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua,  akses yang kuat dan sangat beragam terhadap berbagai sumber pendukung acara akan membantu masalah biaya dan kecepatan membuat event. Bayangkan, kita hanya diberi waktu empat hari untuk membuat event ini. Sementara biayanya sangat terbatas. Bila sebuah EO tak memiliki sumber kuat terhadap pendukung acara ini pasti kelabakan dan angkat tangan. Untungnya kita punya akses yang bagus terhadap MC acara, band pendukung, DJ, penari, penata lighting dan sound, usher serta hotel. Semuanya adalah teman kita. Sehingga proses negosiasi menjadi sangat cepat dan harganya terjangkau. Plus, kemampuan kita dalam membuat beragam souvenir serta beragam pernak-pernik pendukung acara. Hampir semuanya dapat dilakukan tanpa outsourcing. Sehingga dapat menekan biaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketiga, semangat dan kerjasama tim menjadi hal yang sangat signifikan. Ini sangat penting saat kita hendak melangsungkan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Harus diakui tim &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.3g-indonesia.com/"&gt;Mobile Magazine&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sangat kompak di acara ini. Setiap orang bekerja sangat keras agar tugas yang dibebankan dapat sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ini adalah event yang bebannya cukup berat buat saya pribadi. Walau sebelumnya saya pernah menangani dua acara yang lumayan sukses. Maklum, seperti yang telah saya sebutkan diatas, waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan event ini, biaya yang juga mepet serta klien yang banyak maunya serta sok tahu. Tobat deh! Tapi, sudahlah, ternyata kita dapat melaluinya dengan cukup sukses. Acara berjalan sesuai dengan harapan klien, walau ada yang sedikit melenceng tapi tidak terlalu signifikan, dan kita juga dapat meraup sedikit keuntungan. Thanks to God...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PS: Gwa cuma sempet ngambil beberapa foto menjelang acara (foto yang lebih serius dibuat oleh fotografer kita. Saat ini belum diserahkan ke kantor) . Maklum sibuksss banget. Bisa diliat di: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.flickr.com/photos/yogismobile/"&gt;http://www.flickr.com/photos/yogismobile/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-1694091956926166018?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/1694091956926166018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=1694091956926166018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/1694091956926166018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/1694091956926166018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/03/events-organizer.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RgMt27AwvFI/AAAAAAAAADY/E_AF7fL_2wg/s72-c/Dance_Party_by_musicalluna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-156940821021726395</id><published>2007-03-17T22:22:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:51:40.428+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfwP3UtDqSI/AAAAAAAAADQ/7-oRTSLFMFE/s1600-h/__Walking_Wounded___by_Penguin_Empress.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 278px; height: 199px;" src="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfwP3UtDqSI/AAAAAAAAADQ/7-oRTSLFMFE/s200/__Walking_Wounded___by_Penguin_Empress.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5042923125873027362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;The walking wounded. Langkah kita selalu terseok-seok dalam usaha memerangi diri sendiri. Saya tahu teman. Itu tak mudah. Pasti jatuh dan bangun. Oh, teman, sekali lagi itu tak mudah. Tapi, sudah fitrahnya manusia menghadapi tantangan ini. Itu fitrah. Telah ada sejak Adam diturunkan dari surga.  Setelah dia gagal melwan keburukan yang ada dalam diri. Inilah dunia. Inilah kawah candradimuka kita. Tempat kita digembleng tiada habis. Perjuangan melawah diri sungguh nyata. Itulah cobaan kita sesungguhnya. Melawan keburukan dalam diri. Oh, teman itu luar biasa sulit. Ada yang bisa menyelesaikannya sebelum ajal menjemput. Dan banyak juga  yang tak dapat menyelesaikannya. Ah, teman, kata orang bijak, bukan hasil yang dilihat. Proses kita berjuang secara sungguh melawan keburukan diri. Itulah amalan sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ah, teman kenapa saya mengoceh tentang ini semua.Ngomong apa sih. Malam minggu kok ngomong yang berat-berat dan susah di mengerti. Nikmati saja malam yang sepi ini dengan ditemani rokok dan lagu &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.norahjones.com/"&gt;Norah Jones&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;He may move slow,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; But that don't mean he's going nowhere,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; He may be moving slow,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; But that don't mean he's going nowhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;(Broken-Norah Jones)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-156940821021726395?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/156940821021726395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=156940821021726395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/156940821021726395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/156940821021726395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/03/walking-wounded.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfwP3UtDqSI/AAAAAAAAADQ/7-oRTSLFMFE/s72-c/__Walking_Wounded___by_Penguin_Empress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-2770918261321216630</id><published>2007-03-15T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:49:59.903+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfirBktDqRI/AAAAAAAAADI/0BGNYyVY8e0/s1600-h/Rush_Hour_by_mikey1331.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 259px; height: 349px;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfirBktDqRI/AAAAAAAAADI/0BGNYyVY8e0/s400/Rush_Hour_by_mikey1331.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5041967826362149138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rush Hour.Dapat proyek mendadak dari klien baru. Kita harus mengerjakan event peluncuran produk terbaru mereka hanya dalam waktu 4 hari. Gokil! Biasanya kita dapat order event sekitar satu bulan sebelumnya. Sehingga ada spare waktu yang panjang untuk merumuskan segalanya. Tapi, untuk kasus ini cukup luar biasa. Kesepakatan baru terjadi tadi malam. Itupun setelah ada perbincangan yang alot mengenai biaya. Saya salut dengan mereka yang mampu bernegosiasi dengan alot dan sabar. Tapi itu benar-benar bikin jengkel. Sudahlah. Yang penting kita dapat proyek ini. Dan kerja pontang-panting mulai hari ini. Saatnya berubah jadi Sangkuriang!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-2770918261321216630?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/2770918261321216630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=2770918261321216630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2770918261321216630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2770918261321216630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/03/rush-hour.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfirBktDqRI/AAAAAAAAADI/0BGNYyVY8e0/s72-c/Rush_Hour_by_mikey1331.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-39265965811255379</id><published>2007-03-13T07:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:49:14.928+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfX330tDqQI/AAAAAAAAADA/T2BhIpDW_wg/s1600-h/IMG_0277.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfX330tDqQI/AAAAAAAAADA/T2BhIpDW_wg/s400/IMG_0277.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5041207896323631362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Telat.Gara-gara males nulis di blog baru kesampaian laporannya sekarang. Tapi, gak apa2 lah. Biar telat asal kelakon. Kisahnya muncul gara-gara datang di acara Indosat tanggal 7 Maret 2007 lalu. Di acara tersebut ada Luna Maya. Wow..yo..yo. Si cantik dari gua hantu (kok, si cantik dari gwa hantu ya:)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah melihat Luna sejak pertama masuk gedung Indosat. Berpapasan secara tidak sengaja. Wusss...dia melewati saya dengan cueknya. Ya..iyalah siapa gwa. Saya memperhatikan sejenak wajahnya, kemudian berbisik ke teman sebelah saya," Itu kan Luna Maya,". "Tinggi banget ya"."Ternyata tanpa make up wajahnya tetap cantik" demikian saya terus mengoceh. Ah..sudahlah.Pikirannya jadi kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita ke lantai 4 gedung Indosat. Nah, disanalah saya ketemu Luna lagi. Ternyata bidadari ini, ceile gwa muji terus LUna neh, menjadi salah satu pembicara di acara tersebut. Dan dia mewakili &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.wfp.org/english/"&gt;&lt;b&gt;World Food Programme&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (WFP) . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Indosat bekerja sama dengan badan PBB ini untuk membantu rakyat Indonesia yang rawan kelaparan dan bencana. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Setelah diusut, ternyata Luna adalah Ambasador dari salah satu badan PBB ini. Wow, again, makin kagum aja gwa ama Luna. Saat ditanya wartawan, berapa gaji yang dia peroleh di WFP? Luna dengan senyum manisnya menjawab" Saya tidak mendapat sepeserpun dari organisasi ini. Semua ini murni dilakukan untuk membantu sesama yang sedang menderita," Waduhhhhh...kekaguman saya jadi berlipat-lipat. Kemudian terlintas di benak saya," Bagaimana jika para fans Luna maya membentuk komunitas SAHABAT LUNA? Hehhehehhe...ada yang setuju gak?Pendapat Luna sendiri gimana ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Saya meminta tolong teman saya untuk mengambil foto Luna yang terpampang diatas. Dan asiknya, kita dapat nomor HP Luna.Tapi untuk apa ya dapet HP Luna? Mengajak dia jalan2? Nonton bareng?Ngopi bareng?Ngobrol tentang kehidupan? Waduhhhhh...mimpi kali yeee...Ahh..sudahlah.yogi..Wake Upppppp!Tapi sekali lagi, yuk kita bikin komunitas SAHABAT LUNA...:))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-39265965811255379?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/39265965811255379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=39265965811255379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/39265965811255379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/39265965811255379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/03/telat.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UASozsFi5M4/RfX330tDqQI/AAAAAAAAADA/T2BhIpDW_wg/s72-c/IMG_0277.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-5090177504579941694</id><published>2007-03-02T23:08:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:47:36.622+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RehMOm5H9II/AAAAAAAAACE/ok39X5qwbe4/s1600-h/Courage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RehMOm5H9II/AAAAAAAAACE/ok39X5qwbe4/s320/Courage.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5037359997055923330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Courage. That one simple word carries such a heavy meaning to it, such power. It can vary from something as simple as being kind so someone that no one else will befriend to the extreme of holding your ground in the face of a raging battle. There are so many kinds of bravery and yet one thing remains constant for each of them: they are all highly respected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Courage is, perhaps, the most prized virtue of all. As the hallmark of heroes and the seed of greatness it is not hard to see why. No one can get by in life without at least a smidge of courage, if it were not so that no one would be able to face all of the world’s challenges. There are too many worries and too much darkness to stand up to if one doesn’t have the willpower that bravery imparts upon its possessor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facing an adversary takes a measure of fighting spirit, and that takes a great deal of valor. However, the heart of a warrior does not always beat in the chest of a soldier. Courage is the protector of all other virtues. It takes a great deal of courage for a person to stick to that they know is right even when others do not. The fight is every bit as dire and the losses can be even greater…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As much as a brave person strives to protect their souls and stays true to themselves, their main focus is not on themselves. Courage is mostly a humble virtue and cares more for the wellbeing of others. To those who have bravery the most vital thing is the safety of those that they love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That is what I believe…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://burnheart.deviantart.com/"&gt;http://burnheart.deviantart.com/&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;Ya, untuk hidup orang memang membutuhkan keberanian. Untuk bertahan hidup orang membutuhkan keberanian. Untuk bertahan hidup dan menjalani impian, orang membutuhkan keberanian. Untuk tetap bertahan dalam keyakinan mengenai kehidupan apa yang harus dijalani, orang membutuhkan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "keberanian" atau "courage" begitu mendominasi pikiran. Beberapa hari lalu saya mengagumi keberanian sepasang suami-istri yang membuka warung makan khas Pati, Jawa Tengah, di deket Pasar PSPT, daerah Tebet Timur. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepertinya keduanya selalu tampak gembira. Ramah terhadap pembeli dan kadang-kadang terasa sok akrab. Akhirnya, saya-pun coba beramah tamah dengan sang suami. Mengajaknya mengobrol dan menanyakan kehidupan yang dijalaninya. Mulailah cerita kehidupan mengalir dari mulutnya. Rupanya mereka telah berdagang cukup lama di Jakarta. Kurang lebih lima tahun. Sebelum di Tebet, mereka memiliki warung cukup lumayan di daerah Glodok. Namun beberapa bulan lalu, warungnya kena gusur (Ah, penggusuran selalu membawa korban rakyat kecil, demikian pikirku saat itu). Sehingga mereka harus mulai lagi dari awal. Mencari tempat dagang di wilayah lain. Alhasil, mereka menemukannya di daerah Tebet Timur. Satu juta rupiah perbulan yang harus di keluarkan untuk mengontrak tempat yang memiliki ukuran sekitar 4x4 meter. Tempat itu berfungsi juga sebagai tempat tinggal Rutinitas mereka tiap hari adalah; tiap jam lima pagi belanja. Jam 9 pagi hingga jam 12 malam mereka berjualan di tempat itu. Walau baru sekitar dua bulan, tampaknya mulai banyak pengunjungnya. Tapi sang suami berkata pada saya, ternyata pemilik tempat itu mau menjual kiosnya ke seseorang. Otomatis bila itu hal itu terjadi, mereka harus mencari tempat berjualan yang baru lagi.”Ah, nasib pedagang kaki lima,” demikian tutur sang suami sambil tersenyum. Sepertinya tak tampak kekhawatiran di wajahnya. Luar biasa. Mereka menjalani hidup, yang tampaknya sangat sulit itu, dengan senyum. Tanpa mengeluh. Tetap bekerja penuh gembira dan bersemangat. Itulah keberanian. Itulah keberanian menjalani hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kemudian tadi siang saya mengobrol dengan pemilik bengkel Honda daerah Tebet. Saat itu saya sedang melakukan service motor di tempatnya. Itu rutinitas yang biasa saya lakukan tiap dua bulan. Pertama-tama kami mengobrol hal-hal bersifat umum. Tentang keluarga, hobi dan kerjaan. Kemudian , saya mengisahkan kepadanya, bahwa saat ini saya dan istri sedang mencoba bisnis baju. Hanya bermodal sedikit uang, relasi dan nekad. Sambil tersenyum dia bertutur pada saya. Bahwa, bisnis itu modal utamanya adalah keberanian. Setelah itu baru yang lain. Itu yang dia lakukan saat memulai bisnis bengkel. Dengan penuh keberanian dia meninggalkan pekerjaan kantoran. Dan memulai bisnis bengkelnya 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah..Puji Tuhan..dia sukses dengan bisnisnya. Sayang, saat itu motor saya sudah selesai di servis. Sehingga kita mengakhiri pembicaraan yang mulai menarik itu. Tapi, sebelum saya keluar, dia tiba-tiba menunjukan sebuah buku tentang bagaimana memulai bisnis dari nol. Dia menyarankan agar saya membeli buku tersebut. Saya mengiyakan, dan kemudian memotret sampul buku itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal" face="verdana"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RewVE25H9KI/AAAAAAAAACY/JqZd9eOaoL8/s1600-h/buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 84px; height: 87px;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RewVE25H9KI/AAAAAAAAACY/JqZd9eOaoL8/s200/buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5038425256319513762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/o:p&gt;Pengalaman mengobrol dengan kedua orang itu cukup membesarkan hati saya. Maklum, beberapa hari ini saya sedang ”kehilangan” keberanian untuk terus menggapai mimpi. Untuk dapat bersabar,tekun dan bekerja keras dalam mewujudkan mimpi. Pikiran saya malah dipenuhi beragam ketakutan yang tidak jelas. Oleh karena itu, saya butuh bergaul dengan orang-orang yang telah melewati proses kehidupan dengan penuh keberanian. Bergaul dengan orang-orang yang terlihat "biasa" tetapi memiliki mental pejuang. Orang-orang sederhana yang jiwanya tidak sederhana. Orang-orang yang berani berusaha dari nol. Hanya bermodal keyakinan, kerja keras, berani hidup sederhana dan selalu berdoa kepada Yang Maha Memberi. Mereka-lah orang-orang luar biasa. Semoga Allah mengaruniaiku "Keberanian" seperti yang dimiliki para pejuang itu. May Allah bless us. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-5090177504579941694?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/5090177504579941694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=5090177504579941694' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5090177504579941694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5090177504579941694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/03/courage.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RehMOm5H9II/AAAAAAAAACE/ok39X5qwbe4/s72-c/Courage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-6107046655192126907</id><published>2007-02-22T14:05:00.000+07:00</published><updated>2007-02-22T14:22:53.660+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rd1EgWqW2mI/AAAAAAAAAA0/OduPvplDEq8/s1600-h/The_Edge_of_the_Universe_by_Faei.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rd1EgWqW2mI/AAAAAAAAAA0/OduPvplDEq8/s400/The_Edge_of_the_Universe_by_Faei.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5034255281099823714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;jangan takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;hadapi saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;jangan takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;jalani saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;jangan takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;yakin saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;jangan takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;pasrah saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;semoga Yang Maha Kuasa bersama kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-6107046655192126907?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/6107046655192126907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=6107046655192126907' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6107046655192126907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6107046655192126907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/02/jangan-takut-hadapi-saja-jangan-takut.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/Rd1EgWqW2mI/AAAAAAAAAA0/OduPvplDEq8/s72-c/The_Edge_of_the_Universe_by_Faei.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-2527684693755299411</id><published>2007-02-18T16:04:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T08:31:53.653+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdgeMmqW2lI/AAAAAAAAAAo/HsGl4VB4rh8/s1600-h/Closed_mind_by_loganart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdgeMmqW2lI/AAAAAAAAAAo/HsGl4VB4rh8/s320/Closed_mind_by_loganart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5032805785471998546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Munculnya kesadaran tentang adanya yang salah dalam diri kita biasanya datang setelah kita mengalami kejadian tertentu. Kejadian yang mampu membangunkan kita dari ”kotak pikiran” yang selama ini mengungkungi. Dalam kondisi ”terkurung”, kita banyak mengalami kesalahan persepsi mengenai dunia kecil (diri kita) dan dunia besar (sosial). Kesalahan persepsi ini membawa kita pada keputusan atau tindakan yang keliru. Ini mengakibatkan kerugian tak hanya pada diri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita. Pada orang-orang yang kita cintai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Berapa lama kesadaran itu akan muncul sehingga kita mampu keluar dari kotak tersebut? Mungkin bisa 5, 10 atau 20 tahun. Tak ada yang tahu. Setiap orang memiliki jalannya sendiri untuk dapat keluar dari kotak tersebut. Tergantung pada kemauan dari dalam diri maupun lingkungan yang memang mampu memicu kesadaran baru itu. Dan satu lagi, ini yang menurut saya paling penting, adalah doa.Memohon kepada yang Maha Kuasa agar membuka sel-sel kelabu kita yang selama ini tertutupi. Tapi sebenarnya bagaimana kita dapat masuk ke dalam "kotak" tersebut dan terkurung begitu lama di dalamnya? Ada banyak faktor. Namun yang paling berpengaruh adalah pendidikan keluarga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Itu yang coba digambarkan, paling tidak yang saya tangkap, dalam film &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0385056/"&gt;Lonesome Jim&lt;/a&gt;. Yang dimainkan secara apik oleh Cassey afflect dan Liv Tyler. Tokoh utamanya adalah Jim yang diperankan oleh Cassey afflect. Satu sosok pemuda yang depresif. Jiwa yang depresif ini membuatnya tak mampu melihat hal-hal baik di sekelingnya. Yang muncul kemudian adalah sikap cuek dan tidak percaya diri. Selalu menghindari setiap masalah yang dihadapinya tanpa merasa bersalah. Hingga umur 27 tahun dia masih meminta uang orang tuanya. Saat gagal mencari penghidupan lebih baik di New York dia kembali ke rumah orang tuanya untuk berlindung. Dia meminta uang lagi terhadap orang tuanya. Namun saat orang tuanya meminta tolong sesuatu. Dia banyak menolak. Semua dia lakukan tanpa merasa bersalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Kondisi kejiwaan yang sama menimpa kakaknya yang bernama Tim yang diperankan Kevin Corrigan. Bahkan tindakannya lebih luar biasa. Saat dalam kondisi yang sangat tertekan, Tim selalu menabrakan mobilnya ke Pohon. Ini membuatnya harus masuk ke dalam Ruang ICU. Kondisi dua kakak beradik yang, walau dari sisi usia sudah matang, memiliki jiwa labil ini tak terlepas dari perilaku ibunya. Wanita ini sangat protektif terhadap kedua anak lelakinya. Selalu melindungi keduanya seakan mereka anak kecil. Tak pernah menceritakan kesulitan atau ketidaksenangan yang dihadapinya. Bila dikecewakan oleh anaknya dia selalu tersenyum. Walau dalam hatinya sangat kecewa. Bagi wanita itu, kedua anak lelakinya adalah tetap anak kecil yang harus selalu dilindungi. Itu yang mempersulit proses pendewasaan kedua anak lelakinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Di akhir cerita, memang, akhirnya, Jim menyadari kesalahan yang telah selama ini dilakukannya. Kesadaran itu muncul setelah dia &lt;span style=""&gt;  ber&lt;/span&gt;pacaran dengan suster wanita beranak satu. Suster cantik ini diperankan oleh Liv Tyler. Kotak yang menyelimuti pikiran Jim akhirnya terbuka. Proses terbukanya kesadaran itu ditulis oleh Jim dalam surat yang diberikan ke ibunya saat dia memutuskan untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Film ini mampu menggambarkan secara sederhana namun dalam tentang proses terbentuknya kesadaran baru manusia. Cassey Afflect mampu memerankan secara utuh sosok Jim yang depresif ini. Saya benar-benar larut dalam sosok Jim. Entah kenapa pribadi Jim sangat mirip dengan kharakter orang-orang terdekat yang saya kenal dan mungkin saya sendiri. Walau kesadaran yang kemudian muncul bukan disebabkan oleh kehadiran Liv Tyler. Mungkin saya belum seberuntung itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Salah satu pesan yang saya tangkap di film itu, berhati-hatilah dalam mendidik anak. Banyak terjadi, kasih sayang yang tercurah dari orangtua, justru dapat menghacurkan masa depan si anak. Sifat protektif atau terlalu melindungi justru menghambat proses pendewasaan si anak. Memang tak mudah untuk menjadi orang tua. Berat sekali. Diberi tanggung jawab membesarkan manusia. Luar biasa memang.  Setiap tindakan kita, sekecil apapun, dapat mempengaruhi masa depan sang anak. So, keep ur mind open and don't forget to pray.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-2527684693755299411?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/2527684693755299411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=2527684693755299411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2527684693755299411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2527684693755299411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/02/kesadaran-atau-enlightement-akan-ada.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdgeMmqW2lI/AAAAAAAAAAo/HsGl4VB4rh8/s72-c/Closed_mind_by_loganart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-3118947875079660096</id><published>2007-02-14T09:15:00.000+07:00</published><updated>2007-02-14T09:33:47.145+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdJ04WqW2kI/AAAAAAAAAAc/GVfg2x2hHss/s1600-h/Sad_by_DarkNocturne.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdJ04WqW2kI/AAAAAAAAAAc/GVfg2x2hHss/s320/Sad_by_DarkNocturne.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5031212245231000130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Setelah berhari-hari browsing untuk mengumpulkan beragam blog yang menarik dan unik buatan orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, secara tidak sengaja saya menemukan blog: &lt;a href="http://dapurbunda.blogspot.com/"&gt;http://dapurbunda.blogspot.com/&lt;/a&gt; . Nah, kata dapur langsung saya asosiasikan dengan makanan. Ternyata tebakan saya benar. Blog ini memang berisi beragam resep makanan. Menarik juga, demikian pikir saya saat itu. Dan kebetulan saya &lt;i style=""&gt;emang&lt;/i&gt; doyan makan. Jadi asik juga membaca blog buatan seorang ibu muda cantik asli Sunda ini. Inong, demikian wanita ini menyebut dirinya. Namun teman-teman Blogger-nya menyapa dengan panggilan Bunda. Entah kenapa dia disapa demikian. Mungkin karena Inong memang bunda dari dua anak lelaki yang lucu. Istri seorang suami yang beruntung. Dan memiliki kegemaran yang didentikan dengan kegiatan seorang istri. Memasak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selama tiga hari saya bolak-balik mengunjungi blog bunda ini. Hanya untuk membaca resep makanannya. Dan meng-copy pastenya untuk diberikan ke istri di rumah. Soalnya penasaran banget melihat foto-fotonya. Tampak begitu menggiurkan.Hem..yummy. Beberapa resep yang kemudian kita coba buat adalah Sate Ayam Madura dan Brownies Kukus Blueberry Keju. Dan , memang setelah kita praktekan dengan susah payah, maklum saya dan istri tak begitu mahir masak walau doyan makan, kedua resep itu bisa diwujudkan. Hasilnya? Lumayan uenak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, dari situlah saya merasa timbul kekaguman dengan wanita yang biasa dipanggil Bunda ini. Entah kenapa, kok rasanya telah ada ikatan batin. Saya tidak tahu kenapa muncul perasaan itu. Mungkin karena saya termasuk orang yang sentimentil dan gampang jatuh hati pada sesuatu yang saya kagumi. Penyakit turun temurun dari keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, pada hari ketiga saya berusaha mencari tahu lebih jauh profil. Saya coba telusuri setiap link yang ada di blog-nya. Sampai saya tahu juga bahwa si Bunda ternyata doyan nulis puisi. Semuanya ada di blog: &lt;a href="http://puisi-inong.blogspot.com/"&gt;http://puisi-inong.blogspot.com/&lt;/a&gt; . Saya langsung berfikir , betapa luar biasa wanita satu ini. Cantik, pintar dan baik hati. Dan ketika sedang memperhatikan desain blognya yang juga sangat menarik , tiba-tiba mata saya terpaku pada shout box. Isinya komentar-komentar blogger lainnya terhadap isi blog puisi Bunda. Pertama-tama saya hanya melihat tulisan yang berisi kekaguman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian, secara perlahan saya tarik kursor mouse kebawah. Lah, kok tiba-tiba ada tulisan: “ &lt;span class="message"&gt;bunda..aku tau bunda stlh bunda berpulang pada-nya.Semoga bunda bahagia disisi-Nya.Doa kami u/mu,terima kasih u/ semua yg sudah bunda buat,menjadi inspirasi bagiku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="message"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya berfikir ada apa ya. Saya turunkan lagi kursor ke bawah. Wah, kok banyak ucapan berduka cita. Bulu kuduk saya mulai merinding. Akhirnya, saya klik salah satu link blogger yang memberi komentar itu. Dari kisah yang diceritakan di blog: &lt;a href="http://larilarikecil.blogspot.com/2006/09/goodbye.html"&gt;http://larilarikecil.blogspot.com/2006/09/goodbye.html&lt;/a&gt;, saya jadi benar-benar tahu kalau bunda telah meninggal dunia. Masya Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="message"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bulu kuduk saya benar-benar merinding. Tiba-tiba saja, di dada muncul suatu perasaan haru yang begitu meluap. Dan tanpa terasa air mata saya menetes kebawah. Ah, dasar pria sentimentil. Maaf, seperti yang telah saya jelaskan, ini sudah turunan keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="message"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah itu saya langsung &lt;i style=""&gt;googling&lt;/i&gt;, dengan mengetik kata kunci: inong “ meninggal dunia”, baru disitu terlihat jelas betapa terkenalnya sang Bunda ini di kalangan blogger &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebagai blogger pemula dan amatiran saya merasa telat mengenal sang Bunda. Sangat terlambat. Wanita yang secara virtual telah menarik hati saya ini telah pulang ke tempat segala muasal manusia pada tanggal 1 September 2006. Berarti enam bulan yang lalu. Menurut catatan blog di: &lt;a href="http://planet.indra.sg.or/"&gt;http://planet.indra.sg.or&lt;/a&gt; , pada tanggal 30 Agustus 2006 jam 16.30 waktu Singapura “ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Inong mengalami kesulitan bernafas sewaktu asma-nya kambuh, katanya hampir 30 menit sulit bernafas hingga kekurangan oksigen. Akhirnya pingsan dan koma karena minimnya oksigen yang masuk ke otak.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setelah berjuang di rumah sakit &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;National&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Hospital&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;wanita ini ternyata tak mampu bertahan lama. Sekitar jam 07.00 tanggal 1 September 2006, Bunda dipanggil Yang Maha Kuasa. Semoga kamu berbahagia di alam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Memasak makanan yang luar biasa dengan malaikat dan para orang shaleh.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Demikian hati saya berbisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari seputar komentar tentang Inong, saya tahu ternyata banyak pengagum wanita ini yang belum pernah bertemu secara fisik. Tapi, mereka merasakan ikatan emosional dengan Inong. Sehingga saat Si Bunda meninggal dunia banyak dari mereka yang menitikan air mata. Tak hanya itu, mereka juga banyak yang melakukan dzikir yang khusus dipersembahkan untuk sang Bunda. Padahal, sekali lagi, mereka sama sekali tak kenal Inong. Mereka hanya pembaca setia blog Inong. Seperti saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ah, luar biasa memang kekuatan blog ini. Seorang teman saya yang sudah menjadi blogger sejati mengatakan; blog ternyata dapat menyatukan hati dan pikiran manusia menjadi sebuah ikatan yang cukup kuat. Ikatan yang tidak terbatas ruang dan waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak heran bila banyak pengamat yang mengatakan bahwa pengguna blog di dunia akan terus bertambah. Blogger-blogger ini akan menjadui kekuatan alternatif bagi dunia yang saat ini telah banyak didominasi oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan uang. Kekuatan alternatif akan terus menyuarakan semangat kebebasan, kasih sayang, ketulusan dan saling berbagi. Saya percaya itu. Selamat datang di dunia Blog!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-3118947875079660096?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/3118947875079660096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=3118947875079660096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/3118947875079660096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/3118947875079660096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/02/setelah-berhari-hari-browsing-untuk.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RdJ04WqW2kI/AAAAAAAAAAc/GVfg2x2hHss/s72-c/Sad_by_DarkNocturne.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-4890416412149695168</id><published>2007-02-02T12:10:00.000+07:00</published><updated>2007-02-02T13:13:31.027+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.deviantart.com/deviation/9499044/?qo=127&amp;q=city+flood&amp;amp;qh=boost%3Apopular+age_sigma%3A24h+age_scale%3A5"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcLKBmr6yZI/AAAAAAAAAB4/d_yPwk-GQVg/s200/banjir-together.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026802263012329874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://search.deviantart.com/searchcraft/?section=browse&amp;qh=boost%3Apopular+age_sigma%3A24h+age_scale%3A5&amp;amp;q=city+flood&amp;offset=24"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcLJLmr6yYI/AAAAAAAAABw/UfJ076qjYBM/s200/BANJIRRRR-jakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026801335299393922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta banjir besar lagi. Tadi malam, temen gwa sampai gak bisa pulang. Saat dia mencoba menerobos air di depan bank Mandiri Tebet Timur Dalam, eh, mobilnya tiba-tiba gak bisa jalan. Dia akhirnya telepon gwa yang masih di kantor. Akhirnya, mau gak mau, gwa kesana nolong. Kaget juga, ternyata jalanan di sekitar Tebet Timur Dalam udah digenangi air. Tingginya air mencapai lutut gwa. duh, deg-degan juga gwa. Apalagi di malam itu, banyak petir berkilat di langit. Akhirnya, sampai sana, mobil temen di dorong balik lagi ke kantor. Dan hari ini,kantor sepiiii. Hujan tiada henti. Beberapa temen rumahnya kebanjiran. Kasihan juga ya. Jakarta..oh..Jakarta. Pusat bisnis, pusat uang, pusat banjir, pusat penyakit, pusat segala kesenangan dunia, pusat penjahat....hahhhhhh. Kenapa gwa masih tinggal di kota besar ini ya?Hehehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-4890416412149695168?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/4890416412149695168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=4890416412149695168' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/4890416412149695168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/4890416412149695168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/02/jakarta-banjir-besar-lagi.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcLKBmr6yZI/AAAAAAAAAB4/d_yPwk-GQVg/s72-c/banjir-together.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-5980004711471777255</id><published>2007-02-01T10:52:00.000+07:00</published><updated>2007-02-02T15:23:46.280+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.deviantart.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcF-1mr6yWI/AAAAAAAAABY/Z494L6BwAOg/s320/Samurai_Spirit_5___Slasher_by_Artgerm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026438118505105762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Tiga hari ini disibukan oleh deadline &lt;a href="http://www.3g-indonesia.com/"&gt;Mobile Magazine&lt;/a&gt;. Kebiasaan banget deh. Pekerjaan ditunda-tunda, jadinya numpuk di belakang hari. Pontang-panting deh. Harusnya kita dibiasakan untuk nyicil kerjaan. Tapi, kebiasaan gwa yang gini ternyata juga menghinggapi teman-teman para pekerja media lainnya. Baru giat setelah mendekati garis mati alias deadline. Kebiasan buruk yang harusnya cepat ditinggalkan. Mengingat, saat ini, daku tak hanya kerja di redaksional saja. Tapi juga menangani marketing, proyek event, pengadaan barang dan advertising. Wah, banyak juga ya :) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yah, selain bisa nambah pemasukan, itung-itung memaksimalkan potensi diri. Kerja keras lah. Mengurangi waktu leha-leha. Maklum, setelah bertahun-tahun kerja, baru kali ini baru bisa memaksimalkan diri. Dulu kerja udah kayak robot aja. Bekerja berdasarkan pesenan. Tanpa nyawa. Tanpa ruh. Sepertinya telat ya, umur udah kepala tiga gitu. Tapi gak ada kata telat untuk sebuah perubahan diri. Sebelum ajal datang kita harus terus berusaha untuk berubah..berubah..berubah. To be a better man.Hahahahha..gwa sok banget ya. Tapi, ya itulah kenyataanya. ”Tak akan kurubah nasib suatu kaum kecuali mereka memang ingin melakukan perubahan.” Begitu kira-kira kutipan salah satu ayat di kitab suci. ahh..lagi sok bijak nehh..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-5980004711471777255?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/5980004711471777255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=5980004711471777255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5980004711471777255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/5980004711471777255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/01/tiga-hari-ini-disibukan-oleh-deadline.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcF-1mr6yWI/AAAAAAAAABY/Z494L6BwAOg/s72-c/Samurai_Spirit_5___Slasher_by_Artgerm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-8099116593198178521</id><published>2007-01-18T08:34:00.000+07:00</published><updated>2007-02-02T14:37:14.716+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/yogismobile/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://farm1.static.flickr.com/143/361082072_852165bd26_o.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/yogismobile/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://farm1.static.flickr.com/138/361082078_39263f06dc_o.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu gwa nge-fans ama grup band &lt;a href="http://www.sobatpadi.net/info.php"&gt;PADI&lt;/a&gt;.  Menanti sebuah Jawaban, Bayangkanlah, Sesuatu yang Indah, Demi Cinta, Sesuatu yang Indah, Seperti Kekasihku adalah lagu-lagu yang menjadi favorit gwa. Tapi, baru kemaren di acara Indosat Mobile Community gwa punya kesempatan untuk menyaksikan langsung aksi bang Fadli, Piyu dan kawan-kawan. Kacian banget deh gwa :) . Btw, foto Fadli dan Piyu gwa ambil lewat kamera Canon Digital iXus i7.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-8099116593198178521?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/8099116593198178521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=8099116593198178521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8099116593198178521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/8099116593198178521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/01/dari-dulu-gwa-nge-fans-ama-grup-band.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-2847003550183473803</id><published>2007-01-11T09:27:00.001+07:00</published><updated>2010-04-10T06:54:56.955+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RaWilThEVkI/AAAAAAAAAAo/hxvr20_goOs/s1600-h/girls_phone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RaWilThEVkI/AAAAAAAAAAo/hxvr20_goOs/s320/girls_phone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5018596121552115266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Vrinda;font-size:18px;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Come away with me in the night&lt;br /&gt;Come away with me&lt;br /&gt;And I will write you a song&lt;br /&gt;Come away with me on a bus&lt;br /&gt;Come away where they can't tempt us&lt;br /&gt;With their lies&lt;br /&gt;I want to walk with you&lt;br /&gt;On a cloudy day&lt;br /&gt;In fields where the yellow grass grows knee-high&lt;br /&gt;So won't you try to come……..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-2847003550183473803?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/2847003550183473803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=2847003550183473803' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2847003550183473803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/2847003550183473803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/01/halo.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RaWilThEVkI/AAAAAAAAAAo/hxvr20_goOs/s72-c/girls_phone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-6673141358326075448</id><published>2007-01-08T09:52:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T08:53:58.286+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://search.deviantart.com/searchcraft/?section=browse&amp;qh=boost%3Apopular+age_sigma%3A24h+age_scale%3A5&amp;amp;q=father+%26+son&amp;offset=24"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcGi1mr6yXI/AAAAAAAAABk/7g0c5w-UolI/s320/Father_and_Son_by_melaniumom.png.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026477700923705714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Akhir minggu kemaren aku putuskan untuk tidak pulang ke Bandung. Ada kerjaan yang harus aku lakukan dan juga skalian menengok rumah yang aku kontrakan di Bekasi. Dan ternyata itu menjadi akhir minggu yang paling membuatku menderita. Entah kenapa aku selalu ingat si kecil, &lt;a href="http://arethe.blogs.friendster.com/my_blog/"&gt;Are&lt;/a&gt;. Kangen sekali terhadap semua yang dia lakukan, dia katakan. Kenakalan, kelucuan, sifat manjanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Semua yang dilakukanannya seperti sebuah keajaiban. I never stop being amazed. How my 2.5 years old boy can talk so much. Aku selalu menyebut si kecil sebagai ”anugerah terindah” dalam hidup kami. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Semoga Tuhan menjaga &lt;a href="http://arethe.blogs.friendster.com/my_blog/"&gt;Are&lt;/a&gt; dari segala kejahatan yang ada dalam maupun luar dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, sudahlah. Akhirnya aku dapat mengakhiri akhir minggu ini dengan selamat. Senin pagi ini, dengan semangat kerja yang luar biasa, langsung buka milis &lt;a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/technomedia/"&gt;Technomedia&lt;/a&gt; (ditemani lagu2 &lt;a href="http://www.fiveforfighting.com/"&gt;Five For Fighting&lt;/a&gt;). He..he..he..ternyata yang komentari postinganku tentang proses penjurian yang lebih baik mulai bermunculan. Aku suka itu. Ada kang &lt;a href="http://rahard.wordpress.com/"&gt;Budi&lt;/a&gt;, Maswig, pak &lt;a href="http://wiryana.pandu.org/"&gt;IMW&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://wandi.airputih.or.id/journal/"&gt;wandi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://wicakhidayat.blogspot.com/"&gt;wicak&lt;/a&gt;. Ada yang setuju, ada yang menolak. Biasa aja. Tapi paling tidak ada tanggapan dan diskusi. Sekali lagi aku suka itu. Gimanapun diskusi milis akan mengasah cara berfikir kita. Mengasah bagaimana menyampaikan pendapat dan argumentasi dalam bentuk tulisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hari ini rencananya aku mo ke acara seminar tentang teknologi telekomunikasi jam 12.00 di Wisma Slipi. Sepertinya menarik. Aku baru dapat undangannya, lewat SMS, dari Dini tadi pagi. Dasar Dini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-6673141358326075448?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/6673141358326075448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=6673141358326075448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6673141358326075448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/6673141358326075448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/01/akhir-minggu-kemaren-aku-putuskan-untuk.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_UASozsFi5M4/RcGi1mr6yXI/AAAAAAAAABk/7g0c5w-UolI/s72-c/Father_and_Son_by_melaniumom.png.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995096799263330086.post-7445042105246397058</id><published>2007-01-05T08:36:00.000+07:00</published><updated>2007-02-01T14:20:25.229+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RZ2sswCi5tI/AAAAAAAAAAc/zHZ8XwihZJw/s1600-h/e-justitia,property%3Dbanner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RZ2sswCi5tI/AAAAAAAAAAc/zHZ8XwihZJw/s320/e-justitia,property%3Dbanner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5016355444770399954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;Kasus gugatan penggiat dan kritikus film terhadap dewan juri FFI ( Festival Film Indonesia) memunculkan pertanyaan dalam benak saya. Mengenai proses penjurian. Penjurian terhadap kompetisi tertentu.Seperti karya tulis, karya ilmiah atau Film. Sebenarnya bagaimana membuat kriteria penjurian yang benar? Proses penjurian seperti apa yang dapat meminilmasir konflik atau ketidak puasan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena, harus diakui, bagaimanapun juri lomba memiliki persfektif yang sangat subyektif terhadap suatu karya. Dalam benak mereka sebenarnya sudah tertanam keyakinan tentang suatu karya yang hendak mereka nilai. Bila ada karya dari peserta lomba yang sesuai dengan persfektif mereka, kecenderungan untuk memenangkan mereka tentu sangat besar. Dan saya lihat kasus subyektifitas penilaian terhadap suatu karya sangat besar di Indonesia. Saya tidak tahu, bagaimana negara yang lebih maju membuat suatu kriteria penjurian. Terhadap bidang apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Contoh kasus yang mungkin sering saya lihat adalah proses kompetisi menulis di kalangan wartawan. Hal ini sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilontarkan oleh Merry. Karena memang, pada kenyataan, kompetisi tulis-menulis dikalangan jurnalistik memiliki kecenderungan subyektifitas sangat tinggi. Tulisan yang menyenangkan vendor atau operator dianggap memiliki kecedenderungan untuk menang. Walau, beberapa penyelenggara kompetisi, meminimalisir hal ini dengan menarik fihak luar yang dianggap pakar dalam bidangnya. Seperti yang dilakukan oleh XL. Namun, tetap saja, keberadaan dewan juri yang dianggap pakar ini memiliki kecenderungan subyektifitas sangat tinggi. 3 atau 4 orang menjadi ”dewa” yang dapat memutuskan baik atau buruknya suatu karya. Saya bukannya antipati terhadap proses seperti ini. Tetapi, saya berfikir proses penjurian terhadap suatu karya yang hanya melibatkan sedikit orang memiliki bias yang sangat tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, apa yang harus dilakukan? Sepertinya dewan juri harus melibatkan kerumunan orang yang lebih banyak . Melibatkan lebih banyak orang dari beragam persfektif. Misalnya 50 orang jurnalis dari beragam media dan 50 orang pembaca menjadi juri bagi kompetisi menulis antar media. Atau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;50 orang sineas/kritikus dan 50 orang penikmat film menjadi juri FFI. Mungkin itu dapat meminimalisir konflik atau ketidak puasan. Dan juga meminimalisir bias subyektifitas dalam melakukan penilaian terhadap suatu karya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995096799263330086-7445042105246397058?l=yogisjournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yogisjournal.blogspot.com/feeds/7445042105246397058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995096799263330086&amp;postID=7445042105246397058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7445042105246397058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995096799263330086/posts/default/7445042105246397058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yogisjournal.blogspot.com/2007/01/proses-penjurian.html' title=''/><author><name>yogi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126856326047515812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UASozsFi5M4/TFqE3WF4xxI/AAAAAAAAAMI/sLxBJwHY1cI/S220/ME.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_UASozsFi5M4/RZ2sswCi5tI/AAAAAAAAAAc/zHZ8XwihZJw/s72-c/e-justitia,property%3Dbanner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
